BERITA

PSBB Jakarta: Hotel Wajib Siapkan Ruang Isolasi Mandiri, Warga diminta Tak Makan di Restoran

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, pasalnya mewajibkan seluruh hotel yang ada di DKI Jakarta untuk menyediakan ruangan khusus bagi tamu mereka yang ingin melakukan isolasi mandiri, selama dilakukannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) untuk mencegah penularan virus corona. Ketentuan ini pasalnya diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 soal Pelaksanaan PSBB dalam Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta yang sudah disetujui oleh Anies pada tanggal 9 April 2020.

Anies Wajibkan Seluruh Hotel Sediakan Ruang Isolasi Mandiri Untuk Tamunya

Dalam Pasal 10 Ayat (4) dijelaskan bahwa penanggung jawab hotel wajib untuk menyediakan kamar bagi para tamunya yang ingin melakukan isolasi mandiri. Walaupun demikian, hotel juga mesti membatasi tamu-tamunya itu supaya hanya beraktifitas di dalam kamar saja dengan memanfaatkan room service atau layanan kamar.

“Penanggung jawab hotel togel online pun wajib menutup fasilitas layanan hotel yang bisa menciptakan kerumunan orang dalam area hotel,” begitu lah yang tertulis dalam Pergub itu.

Ketentuan itu pun mewajibkan karyawan-karyawan hotelnya menggunakan masker dan sarung tangan juga. Sedangkan bagi tamu yang sakit atau menunjukkan suhu tubuh di atas normal, kemudian batuk, diare, pilek, dan sesak napas, dilarang memasuki hotel. Sebelumnya Anies juga telah menetapkan pelaksanaan PSBB dilakukan pada tanggal 10 April 2020. Pelaksanaan PSBB ini dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari Menkes Terawan Agus Putranto.

Berbagai macam pembatasan dilakukan selama PSBB, yaitu mulai dari penghentian peribadatan di semua rumah ibadah, imbauan bekerja dan belajar dari rumah sampai dengan pembatasan moda transportasi.

PSBB: Anies Larang Masyarakat Makan di Restoran

Berkenaan dengan PSBB yang diterapkan di Jakarta mulai hari ini, 10 April 2020, Anies tetap mengizinkan restoran dan rumah makan beroperasi selama diberlakukannya PSBB etrkait dengan wabah corona ini. Namun Anies melarang warganya langsung makan di sana. “Warung, restoran, rumah makan, tetapi buka tapi tidak diizinkan makan atau menyantap makanan di lokasi. Semua makanan diambil, dibawa, atau tidak dine in, take away semua,” ungkapnya dalam jumpa pers Kamis (9/4) malam di Balai Kota.

Penerapan PSBB yang dimulai hari ini, menuntut warga DKI Jakarta menggunakan jasa pengantaran atau delivery saja ingin membeli makanan. Anies pun mengingatkan supaya warganya menjaga jarak sejauh satu meter apabila terpaksa antre ketika membeli makanan. “Bisa menggunakan jasa delivery atau bisa datang ke warung, dibungkus, dan dibawah. Intinya bukan menghentikan kegiatan usaha rumah makannya, tapi menghentikan interaksi antarorang di rumah makan,” imbuhnya.

Larangan makan langsung makanan di restoran atau pun di rumah makan ini tertuang juga di dalam Peraturan Gubernur No. 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB dalam Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta. Dalam Pasal 10 Ayat (3) menjelaskan bahwa restoran, rumah makan dan juga usaha sejenisnya wajib membatasi layanan untuk dibawa pulang (take away) saja. Diminta mereka menyediakan pemesanan secara daring dan dengan fasilitas telpon atau layanan antar.

Beleid itu juga mengatur soal jaga jarak antrean dengan berdiri maupun duduk paling tidak 1 meter antar para pelanggan. Penyedia makanan dan juga minuman pun wajib menerapkan prinsip higienis sanitasi pangan dalam proses penanganan pangan yang sesuai dengan ketentuan. “Menyediakan alat bantu sepeerti misalnya sarung tangan atau penjepit makanan untuk meminimalkan kontak langsung dengan makanan siap saji dalam proses persiapan, pengolahan dan penyajian.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top