SEPAKBOLA

Roberto de Zerbi, Sang Pemain dan Pelatih

Para pecinta sepakbola tentunya sudah sering mendengar bahwa ada beberapa pemain yang ketika ia sudah pensiun, memutuskan untuk terjun ke dunia kepelatihan sepakbola.Hal tersebut ternyata sudah lumrah di kalangan sepak bola Indonesia bahkan dunia. Salah satunya adalah Roberto De zerbi. Pria kelahiran tanggal 6 Juni 1979 di brescia ini ditunjuk untuk menjadi pelatih Sassuolo. pada saat dirinya masih berkarir sebagai pemain, de zerbi sendiri biasa Berada di posisi gelandang dan ia memulai karir dengan tim Piobet yang berada di lingkungannya

 

Awal Karir Roberto Melatih

Cukup dengan satu tahun, pengamat asal Milan memantau perkembangannya lalu membawa ke markas berlusconi, di mana ia dijadikan pinjaman dari klub divisi bawah yaitu Seri B ke seri C 2. Dia juga akan menghabiskan 4 musim di sini. de zerbi sendiri bergabung dengan salernitana dikarenakan adanya setengah kepemilikan pemain domino qiu qiu tersebut. Hal ini karena ia pernah bermain bersama klub itu pada musim 2000-2001 dan juga 2001-2002. Tak lama setelah itu kemudian ia kembali ke klub asalnya, Milan dan memilih untuk bermain di kesebelasan Foggia AS. Kemudian di beberapa tahun kedepan ia terlihat tampil di piala Serie A Italia dalam tim Napoli.

 

Pada tanggal 8 Februari 2010 beberapa tahun silam, pihak partenopei mengumumkan transfer De Zerbi yang waktu itu masih berusia 30 tahun, dengan nilai transfer sebesar 2,5 juta Euro dari Calcio Catania.Kemudian pada 31 Agustus beliau bersepakat untuk melakukan kontrak durasi 3 tahun dengan juara liga 1.

 

Kepelatihan Roberto De Zerbi

Roberto De zerbi sendiri baru mendapatkan lisensi yang dikeluarkan Pusat Teknis Federal dari Coverciano pada tanggal 27 November 2012. Pada awalnya ia baru melatih salah satu klub serie D yaitu Darfo Boario. Karir pertamanya pun hanya dijalani selama satu musim di klub tersebut. Beberapa tahun kemudian Ia mendapatkan tawaran untuk menjadi pelatih dari Foggia pada tanggal 1 Juli 2014 yang merupakan mantan klubnya dulu. Alhasil ia berhasil memperoleh prestasi bersama mantan klubnya dengan mendapatkan gelar juara Coppa Italia Lega Pro. Jelas saja ia merasa sangat bangga karena memang itu bukan sekedar kejuaran biasa di sana

 

Roberto sendiri pernah menolak beberapa tawaran dari klub Serie A salah satunya FC crotone.Ya juga dibentuk langsung oleh maurizio zamparini sebagai pelatih baru Palermo setelah davide ballardini mengundurkan diri dari anak-anak asuhnya tersebut. kontrak yang dilaksanakan pun berdurasi selama 2 tahun dan bernilai 500.000 Euro. Klub yang berjuluk rossoneri tersebut menjadi debutnya dalam melatih pada tanggal 10 September 2016 karena harus mendapat kekalahan melawan Napoli 3 – 0 dan bermain di kandang sendiri. namun dibalik itu ternyata ada kesuksesan Roberto di Serie A pada saat melawan Atalanta dan meraih skor tipis 0 – 1 dalam laga tandang.

 

Kemudian pada tanggal 23 Oktober 2017 semenjak Marco Baroni angkat kaki, Roberto mendapat kepercayaan untuk mengolah Benveto, meskipun ia tidak dapat menghindari pasukannya dari zona degradasi. hal ini karena mereka mengakhiri klasemen Liga Italia Serie A pada posisi paling bawah dengan total 21 poin. Sudah lama tak terdengar kabarnya, ternyata saat ini ia resmi menjadi pelatih Sassuolo semenjak Bepper Ianchini keluar. Kontrak yang disetujui nya pun berdurasi hingga 30 Juni 2020. tentunya pada Seri A Italia akan menjadi sangat ketat mengingat masing-masing Tim akan bersaing dalam meraih gelar juara pada musim ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top