MOVIE

Venom Masih Kuat Meski Fantastic Beast 2 Tayang di China

Penayangan Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald sepertinya sudah tak bisa berharap banyak meski sudah tayang sepekan di China. Film karya JK Rowling ini tak mampu menandingi film Venom dan film lokal lainnya. Padahal, berbagai unsur cerita sudah dibuat semenarik mungkin untuk penonton Asia terutama China yang menjadi pasar terbesar kedua di dunia.

Jelang enam hari setelah rilis di China, The Crimes of Grindelwald telah memperoleh US$46,3 juta

Sekuel dari film pertamanya yakni Fantastic Beasts and Where to Find Them ini telah dihajar oleh Venom dan juga film thriller kriminal lokal berjudul A Cool Fish. Film yang disutradarai oleh David Yates kian terpuruk saat rilisnya Ralph Breaks the Internet dan Johnny English Strikes Again yang sudah memiliki banyak fans di China.

Kondisi tersebut bisa dibilang miris lantaran pendahulunya bisa mendapatkan total box office sampai US$86 juta di China yang mana dua kali lipat besarnya dibandingkan dengan pendapatan saat ini yang jumlah layarnya lebih sedikit. Pada saat film itu dihajar pendatang baru, rupanya sudah ditayangkan di 70.000 jadwal per harinya.

Menurut Variety, kisah dunia sihir buatan JK Rowling sebetulnya amat populer di China. Masyarakat Tirai Bambu ini malah lebih kenal dengan Haryy Potter dibanding Pangeran Harry sebagai ikon kenamaan Inggris. Di China sendiri, Fantastic Beasts 2 dinilai oleh 127.000 penonton Domino Qiu Qiu yang mendapatkan skor akhir sebesar 7,2. Tapi tetap saja ada kritikan seperti cerita yang rumit seperti apa yang diungkapkan oleh Barat dan Indonesia.

Cukup miris saat Fantastic Beasts 2 kalah tarung di China meski telah memasukkan unsur budaya lokal seperti munculnya makhluk sihir bernama Zouwu. Dalam film, Zouwu disebutkan berasal dari mitologi Shan Hai Jing dengan makna Classic of Mountains and Seas yang mana kisah kunonya berasal dari China yang berisi mitos dan mistis geografi berasal dari abad ke-4 sebelum masehi.

Promosi Fantastic Beasts 2

Dalam promosi Fantastic Beasts 2, JK Rowling menuturkan, “Film ini menggambarkan apa yang digambarkan dalam mitologi china yakni raksasa, kucing seukuran gajah, lima warna. Hal ini benar-benar menarik bagi Newt Schamander untuk mengambil dan memeliharanya. Ada sebuah hal yang buas dari China namun tetap mempesona,”

Meski demikian, Hollywood tetap mendapatkan pujian dari banyak ulasan di China atas upayanya dalam menggambarkan makhluk mitos tersebut. Tapi tetap saja upaya tersebut tak bisa menyelamatkan film ini untuk menguasai pasar box office di China. Adapun penghasilan film tersebut kalah dari Venom yang rupanya berhasil mengumpulkan US$87 juta atau setara dengan Rp 1,2 triliun.

Dan menurut data analis industri tiket di Asia yakni Artisan Gateaway, angka tersebut menambah pendapatan Venom menjadi US$187 juta atau sekitar Rp 2,7 triliun. Angka tersebut digadang sebagai pendapatan kedua tertinggi di China dalam kategori film superhero. Pencapaian Venom bahkan mencapat US$210 juta di pasar domestik Amerika Utara.

Setelah Venom, Fantastic Beasts: The Crime of Grindelwald berhasil mencetak US$34,8 juta di China atau setara dengan Rp 508 miliar. Lewat angka tersebut, sebanyak US$4,5 juta atau sekitar Rp 65,6 miliarnya berasal dari penayangan 557 layar di iMax. Meski mendapatkan rentang yang jauh, menurut Variety kedua film tersebut ditayangkan dalam jumlah layar yang tak jauh berbeda.

Dikabarkan bahwa Fantastic Beasts 2 tayang sebanyak 125 ribu penayangan sementara Venom diberikan 105 ribu penayangan. Namun, banyak bioskop yang pindah haluan ke Venom karena dianggap lebih menguntungkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top